Selasa, 06 Juli 2010

Zahriah Pengusaha Perempuan Terbaik untuk Kategori Non-Jasa

Hanya setelah menceraikan suaminya, Zahriah mengetahui bahwa perusahaan transportasi yang diserahkan kepadanya dibebani hutang sebesar Rp. 190 juta, yang kini diubahnya menjadi usaha yang menguntungkan dan terbebas utang. Ia berjuang mengatur para supir, yang seringkali tidak menyetorkan pembayaran dari para pelanggan. Ia pun menciptakan sistem pengawasan untuk mencegah kerugian dan menjalankan layanan darurat 24 jam guna meningkatkan usaha. Layanan ini menanggapi permasalahan yang dihadapi para supir, termasuk kecelakaan mobil, kesulitan asuransi, insiden terkait kecelakaan, pencurian dan pungutan liar. “Saya akan mempergunakan uang ini untuk membeli komputer untuk memodernisasi dan meningkatkan usaha,” ujar Zahriah. Hingga saat ini, ia mencatat semua kegiatan usahanya menggunakan mesin tik.

0 komentar:

Poskan Komentar