Selasa, 20 Juli 2010

Biar survive pantang menyerah berinovasi

Usaha perempuan lulusan S2 Brawijaya ini, bisa jadi masih satu-satunya yang asli bikinan arek di Malang. Pasar masih sangat luas dan menjanjikan. Tapi ia harus waspada, karena ada pedagang asal Jakarta yang menggeluti usaha sejenis dan telah merambah mal di Malang.

“Iya, saya tahu produk itu. Bahkan sebenarnya saya telah merintis Djadoel Corner sebelum produk itu masuk ke Malang. Saya pantang menjiplak, karena itu saya berusaha nggak capek berinovasi. Dari sisi kreativitas dan harga, punya saya lebih bersaing,” ujar perempuan single ini mantap.

Untuk itu, guna membesarkan Djadoel Corner, Lita telah memiliki segudang rencana. Ia telah berancang-ancang membuat paket-paket suvenir berkonsep jadul dengan merambah pesta ulang tahun, pernikahan, atau pesta. Ia akan ‘menjual’ paket nostalgia yang selama ini memang belum dilirik banyak orang.

Nah, semua itu memang masih ada di otak. Sebagai entrepreneur, Lita pun siap menghadapi tantangannya. Pengalaman membesarkan usaha glass painting, membuat Lita merasa lebih waspada melihat persaingan ke depan. Termasuk kesiapan untuk ditiru orang lain. “Saya melakukan usaha harus dengan enjoy, penuh kesenangan, bahkan bagian dari hobi. Inilah yang merangsang saya berkreasi,” kiatnya.

Lantas apa yang akan diwujudkan dalam waktu dekat? Lita menyebut : outlet. Djadoel Corner, ujarnya, harus dikenal masyarakat luas. Ada sebuah mal telah menawarinya gerai, tapi Lita hrus berpikir dua kali. Mal ini dinilainya kurang representatif untuk dagangannya. Selain tergolong sepi pengunjung, mal ini terletak di pinggir kota.

“Kalau bisa, nanti bikin dua outlet di dua mal sekaligus,” ujarnya semangat.nesi/sas

0 komentar:

Poskan Komentar