Sabtu, 31 Juli 2010

Agar Dikenal, Mesti Aktif Pertemuan Bisnis

Akses
Perkembangan UKM di Tanah Air dari tahun ke tahun terus meningkat, baik jumlah maupun ragam usaha yang digelutinya. Hanya saja, masih banyak ketimpangan yang menyelimuti pelaku UKM, di mana banyak tawaran produk namun belum didukung pasar.

Founder Komunitas UKM Jatim Wuryanano mengakui, ia cukup senang melihat geliat masyarakat yang ingin berusaha mandiri dengan belajar merintis usaha sendiri. Meski tanpa modal atau bahkan rela merogoh tabungan sendiri, kalangan UKM pemula cukup semangat menciptakan produk dan ikut beragam pelatihan.

“Sayangnya, kondisi itu tak diimbangi pasar yang mendukung. Bahkan sebagian besar UKM kita tak peduli itu. Mereka hanya berpikir produksi-produksi atau menciptakan inovasi baru saja,” kata Wuryanano, Jumat (16/7).

Sebagai produk UKM, lanjutnya, tentu saja produknya belum banyak dikenal. Dan ini perlu waktu dan proses bagi calon pembeli untuk memutuskan membeli. Sebetulnya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaring pasar atau paling tidak mengenalkan produknya ke publik. Selain mengikuti pameran, sebaiknya aktif dalam pertemuan bisnis yang sering digelar komunitas UKM.

“Di Jatim, kita sering menggelar pertemuan bersama komunitas UKM. Terbukti banyak anggota yang berhasil karena di sini merupakan media pemasaran dan memperkuat jaringan usaha dan pasar,” urai pimpinan lembaga pendidikan profesi Swastika Prima ini.

Ironisnya, ucap Wuryanano, selama ini ia sering mendapati banyak UKM yang justru enggan ikut pertemuan semacam itu. Alasannya bermacam-macam, mulai tak ada waktu karena terlibat di produksi hingga malas.

Padahal, jika ingin maju, pelaku atau pemilik usaha tak harus setiap hari terlibat langsung dalam urusan produksi. “Produksi bisa diserahkan kepada orang lain yang dipercaya, sehingga pemilik bisa leluasa bergerak untuk mencari pasar,” tegasnya.

Di sisi lain, ia melihat selama ini UKM terkesan menggantungkan bantuan pemerintah atau BUMN. Ini bisa dilihat dari kurang antusiasnya mereka ketika mendapat kesempatan ikut dalam pameran.
“Keikut sertaan dalam pameran seakan hanya sebagai prasyarat dan pelengkap. Padahal momen itu bisa dimaksimalkan untuk mengenalkan produk kita, karena pengunjung lebih segmented,” imbuh Wuryanano. dio

0 komentar:

Poskan Komentar