Sabtu, 31 Juli 2010

Usaha Rumahan Cokelat

Untung Berlipat Cokelat
Say it with chocolate. Ya, katakan dengan cokelat. Ungkapan itu banyak dilontarkan orang yang sedang berkasih-kasihan. Tetapi ungkapan itu pula yang mendatangkan laba bagi gadis kreatif ini.

Aprilia Satriani, 20, adalah satu anak muda yang telah membuktikannya. Iseng menjual permen cokelat dengan kemasan unik, Anyik, sapaan akrabnya, malah kebanjiran order.

Cokelat bikinan Anyik laris manis untuk berbagai momen istimewa. Lima butir cokelat mungil dikemas kotak mika, manis juga dibuat suvenir pernikahan.

Lihat juga satu cokelat berbentuk hati, dengan topping tulisan Happy Birthday di atasnya. Yang model begini banyak dibeli untuk menggantikan tart bolu ulang tahun. “Lebih praktis, mudah dibawa. Lagipula, orang mungkin mulai bosan dengan tart,” ujar Anyik, ditemui Surya di sebuah pameran wirausaha.

Keterlibatan Anyik dengan dagang cokelat ini sebenarnya baru tiga bulan belakangan. Tapi, soal bikin cokelat sudah dimulai Anyik sejak ia SMP.

Tak mengherankan kalau dalam usia itu ia sudah paham dengan seluk beluk dapur. “Mama saya suka bikin dan terima pesanan kue,” tukasnya.

Cokelat pun dihias Anyik agar menarik. Misalnya, cokelat dibentuk kuntum mawar, lalu diberi sedotan untuk tangkainya. Lolly-chocolate, demikian ia menyebutnya karena mirip permen lolly-pop, siap dimakan sendiri atau untuk orang tersayang.

Usaha cokelat, kata Ayik, tak makan modal banyak. Bahkan, Ayik mengaku baru sedikit duit dikeluarkan untuk modal alat.

Untuk membuat coklat, hanya perlu alat dapur standar. “Kalau dapat laba, disisihkan sedikit untuk beli cetakan, jadi bentuknya bisa bervariatif,” saran mahasiswi teknik elektro Universitas Brawijaya ini.

Modal terbesar, adalah untuk bahan mentah. Bahan bakunya adalah cooking chocolate, atau sering disebut cokelat boks.

Bagaimana soal keuntungan? Satu kilogram cokelat boks, bisa ditebus di toko bahan kue seharga Rp 40.000. Itu bisa dimasak untuk membuat sekitar 60 coklat tusuk (lolly_chocolate), yang bisa dijual seharga Rp 3.000 tiap tusuknya. nab

0 komentar:

Poskan Komentar