Sabtu, 24 Juli 2010

Seringkali Disepelekan

Seringkali Disepelekan

Perempuan menjadi sumber kehidupan bermula dalam segala hal. Dari perempuan itu, sumber kehidupan ditentukan, mulai dari hamil, menyiapkan makanan, dan sebagainya.

Dan berbicara soal perempuan, Dewi Budiati TJ Sahid, praktisi lingkungan yang merupakan pendiri Bumi Hijau Lestari, Ketua Tim Medan Green and Clean serta Ketua Yayasan Peduli ini, selalu menaruh harapan besar kepada perempuan untuk segera bergegas mengubah pola hidup dan menyelamatkan kesehatannya dari ancaman pencemaran lingkungan.

Wanita pemerhati sampah ini bukan tanpa alasan menaruh harapannya kepada perempuan. “Wanita itu penyubang sampah terbesar. Contohnya ibu rumah tangga, begitu pulang dari pasar, langsung membawa banyak plastik. Kalau habis shoping, perempuan banyak bawa plastik. Jika sudah tidak terpakai lalu dibuang begitu saja. Perempuan sering menyepelekan sampah yang berdampak kerusakan lingkungan,” kata ibu lima anak ini.

Makanya, kegiatan yang dilakukan wanita yang pernah jadi promotor tinju lisensi A Internasional ini melakukan daur ulang sampah. Daur ulang sampah itu disulapnya menjadi kerajinan tangan berbentuk pot bunga, tas serta aksesori lainnya. “Daur ulang sampah ini saya dedikasikan kepada ibu-ibu rumah tangga di Medan. Sejak tiga tahun lalu Pemko Medan menyambut baik daur ulang sampah,” tambahnya.

Menurutnya, jika perempuan melakukan teknik PITA (Pilah Tanam), yakni menanam sampah basah dan memilah sampah kering untuk dimanfaatkan secara daur ulang atau dijual ke pemulung, maka 75 persen limbah sampah bisa ditekan sekaligus memperpanjang umur Tempat Pembuangan Akhir sampah agar tidak menggunung. “Perempuan harus bijaksana memperlakukan sampah sejak dini demi kesehatan bersama,” bilangnya.

Dikatakannya, bahaya sampah sangat berbahaya bagi kesehatan. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola. Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. “Bahaya kantong plastik bagi lingkungan hidup sangat besar. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah karena kehilangan kesuburannya,” tuturnya.

Tapi, bila sampah plastik dibakar malah akan menghasilkan asap beracun berbahaya bagi kesehatan. Kata dia, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya bisa memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.

Memang, sambungnya, sampah masih dianggap sepele. Tapi jika tak ada kemauan baik dari kaum perempuan, justru akibatnya akan berbahaya. Dewi mengharapkan ibu-ibu melakukan penanaman pohon di rumahnya. (ila)

Berbahaya Bagi Lingkungan dan Kesehatan

Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi “PR” besar bagi bangsa Indonesia adalah pembuangan sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.

Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.

Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk. Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi.

Setiap tahun, sekitar 500 miliar –1 triliun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik tiap tahun. Lebih dari 17 miliar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya.
Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPLKTS) Sobirin, pengolahan sampah menjadi solusi terbaik. Jika rumah tangga atau komunitas terkecil di lingkungan belum bisa mengolahnya, di daur ulang, maka pemilahan menjadi langkah kecil terbaik. “Terlepas dari usaha dan upaya tersebut, semuanya berpulang kembali kepada individu-individu masing-masing. Kesadaran dirilah menentukan berjalan atau tidaknya upaya itu,” pungkasnya. (net/ila)

1 komentar:

Greeneration mengatakan...

Haloo rekan-rekan APPI..apa kabar?:)

melihat bahaya2 yang ditimbulkannya, sudah saatnya kita mengurangi penggunaan kantong plastik.

sudah punya tas baGoes? baGoes adalah solusi nyata untuk membantu mengurangi penggunaan kantong plastik. Selain bisa dilipat menjadi gantungan kunci, baGoes dapat mengganti hingga 1000 kantong plastik.

info lebih lanjut mengenai tas baGoes bisa dilihat di http://shop.greeneration.org

yuk sebarkan pengurangan penggunaan kantong plastik ini, untuk mendukung terwujudnya Indonesia tuntaskan sampah! :)

Salam,

Reta Yudistyana
Greeneration Indonesia

--
Greeneration Indonesia
green attitude green environment
Kanayakan D 35 . Bandung 40135
Jawa Barat - Indonesia
Telp/Fax: +62-22-2500 189
Email: info@greeneration.org
Web: www.greeneration.org

Poskan Komentar