Kamis, 15 Juli 2010

Orang-orang Kecil Berbagi Energi

Semangat saling belajar dan saling berbagi menjadi investasi mahal bagi orang-orang kecil. Ilmu dan pengalaman mereka kumpulkan melalui proses belajar dan kehidupan, lalu mereka tularkan kepada yang lain sehingga mereka memiliki energi untuk tumbuh dan berkembang.

Sepanjang rentang pengalaman pemberdayaan Masyarakat Mandiri, tampak di mata kami, para mitra dampingan yang berkembang adalah yang mau berubah. di banyak komunitas, ada saja sosok-sosok yang memiliki kemauan belajar. Ada yang haus ilmu, ada yang ingin menguasai suatu keterampilan, atau bersemangat belajar bicara di depan umum. Pendampingan memfasilitasi semangat belajar ini.

Dalam ikhtiar pengembangan masyarakat, penyebaran semangat belajar tak hanya dikhususkan bagi para kader lokal yang menjadi motor penggerak masyarakat. Semangat belajar ini dihidup-hidupkan bagi seluruh mitra dampingan yang tergabung dalam kelompok-kelompok. Secara alamiah akan terseleksi, siapa yang cepat belajarnya, dia akan dipercaya anggota kelompok untuk menjadi penggerak di kelompoknya. Selanjutnya di lingkungan masyarakat dampingan, mereka melembagakan kelompok-kelompok dalam kesatuan koordinasi yang lazim disebut Ikhtiar Swadaya Mitra. Di lingkungan yang lebih besar ini, tentu tuntutan belajar makin tinggi dikarenakan tantangan komunitas makin besar juga. Pendampingan lantas mengajak mereka membuka pemikiran dan wawasan yang lebih luas dengan cara belajar pada mereka yang lebih dulu berpengalaman.

Ketika mereka bertemu dan saling belajar, sesungguhnya antar mereka tak hanya saling berbagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman, namun mereka juga berbagi energi. Mereka yang belajar menerima ilmu, pengalaman dan juga inspirasi pada tempat mereka berguru. Ilmu, pengalaman dan inspirasi tentu menjadi energi dan modal berharga untuk memajukan lembaga dan masyarakat di daerahnya.

Sebaliknya, 'para guru' juga beroleh energi baru, oleh sebab mereka memberikan ilmu dan pengalaman pada sesama. Berbagi atau sedekah ilmu adalah pekerjaan menebar energi positif yang dampaknya juga akan kembali pada mereka sendiri. Memanen energi positif juga, alias menuai kebaikan. Kebaikan itu bisa berupa kebahagiaan hidup pada masing-masing pribadi, makin dicintai dan dipercaya orang lain, mendapatkan kebaikan dan kemuliaan hidup, meraih kemudahan dan keberhasilan dalam berusaha, dan berbagai kemudahan hidup lainnya.

0 komentar:

Poskan Komentar