Selasa, 10 Agustus 2010

Tanaman Pewarna Tekstil Lebih Cantik, Lebih Menarik (1)

Foto: IST

Ragam warna indah yang memulas kain-kain tradisional nusantara ternyata juga bisa dihasilkan dari tanaman yang ada di sekeliling, lho.

Tanaman tak hanya bisa dimanfaatkan untuk kesehatan, di bidang industri ia juga menambah keragaman komoditi bernilai ekonomis tinggi. Salah satunya adalah vegetable dyes atau bahan pewarna dari tanaman.

Ya, secara konvensional nenek moyang kita menghasilkan kain tradisional tanpa pewarna sintetis.

“Namun pewarna alam ini sifatnya sebagai penambah ragam warna tekstil, tidak bisa dibandingkan dengan pewarna sintetis. Dan, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya,” ungkap Dian Widiawati, S.Sn, M.Sn. , peneliti serat alam dan pewarna tekstil alami dari Program Studi Kriya, FSRD-ITB (Institut Teknologi Bandung).

Lebih jelasnya, berikut beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alam tekstil sebagaimana dipaparkan Dian.

Soga Tegeran

Tanaman perdu berduri ini dimanfaatkan sebagai pembuat warna kuning pada kain. Tanaman ini banyak tersebar di Jawa, Madura, Kalimantan serta Sulawesi, karena pada dasarnya memiliki habitat di ketinggian 100 m dpl atau hidup di dataran rendah tropika.

Bila dimanfaatkan sebagai pewarna alam, tegeran atau kayu kuning perlu diekstraksi dan diberikan bahan fiksasi atau penguat warna sebagaimana pewarna alam lainnya.

Soga Tingi

Tanaman yang masih rumpun perdu dengan daun majemuk yang menggerombol di ujung cabang ini sekilas mirip dengan saudaranya tanaman bakau, namun lebih kecil.

Kulit kayunya sudah umum digunakan sebagai penghasil warna merah gelap kecokelatan pada tekstil.

Soga Jambal

Penghasil warna cokelat (dari kayu batangnya) kemerahan ini tumbuh di Nigeria, India, Florida, Hawaii dan Amerika Serikat, termasuk Indonesia. Ketika musim bunga, ia akan menyemarak kuning oleh tandan-tandan bunga yang muncul serempak, karena itulah sering disebut yellow flame three atau yellow flamboyant . Namun, berbeda dengan jenis soga lainnya, ia termasuk jenis pohon besar karena mampu mencapai tinggi 25 m.

Indigo

Indigofera tinctoria (nama latinnya) adalah sejenis pohon polong-polongan berbunga ungu (violet).

Sejak dulu, tanaman ini dimanfaatkan daunnya untuk menghasilkan warna biru dari perendaman daun selama semalaman, dan kemudian dilanjutkan dengan proses ekstraksi hingga layak digunakan pada proses pencelupan kain/benang.

Selain sebagai penghasil warna biru, indigo atau tarum juga digunakan sebagai penghasil warna hijau dengan mengombinasikan dengan pewarna alam kuning lainnya.

Mengkudu

Selain sebagai tanaman obat, pace atau mengkudu juga bisa dijadikan pewarna tekstil. Kulit akarnyalah yang bisa menghasilkan warna merah tua untuk tekstil.

Kunyit

Salah satu bumbu masak yang populer di Indonesia ini ternyata dapat dimanfaatkan pewarna tekstil warna kuning.

Pemanfaatan kunyit sebagai pewarna tekstil bisa dengan menggunakan rimpangnya. Bila dicampur dengan buah jarak dan jeruk, kunyit dapat memberikan warna hijau tua. Dan, bila dicampur tarum (indigo) dapat menghasilkan warna hijau. Yang perlu diingat, intensitas warna yang dihasilkan akan sangat tergantung pada takaran dan proses yang dilaluinya.

0 komentar:

Poskan Komentar