Rabu, 04 Agustus 2010

Kerajinan Ramah Lingkungan Disukai Pasar

Produk kerajinan berbahan baku ramah lingkungan diprediksikan masih menjadi "trend", dan disukai di pasar ekspor pada 2010. "Ini merupakan peluang bagi perajin Indonesia," kata Direktur Asosiasi Pengembangan Industri Kerajinan Republik Indonesia (APIKRI) Amir Panzuri di Yogyakarta, Rabu (13/1). Ia mengatakan produk kerajinan ramah lingkungan adalah yang bahan bakunya dari alam yang bisa dikembangkan dan selalu terbarukan, bukan bahan baku dari bahan tambang yang untuk memperolehnya dengan cara merusak lingkungan. "Juga bukan bahan baku dari barang yang langka dan tidak bisa terbarukan," katanya.

Amir mencontohkan produk kerajinan ramah lingkungan yang memiliki prospek baik di pasar ekspor di antaranya anyaman serat daun pandan. Jenis kerajinan itu, menurut dia bahan bakunya bisa diperoleh dengan mudah dan diperbarui dengan penanaman kembali jenis tanaman pandan tersebut. Selain itu, produk kerajinan dengan bahan baku dari kayu pohon cepat tumbuh dan tidak harus merusak lingkungan alam, misalnya bambu, sengon, mahoni dan sonokeling.

"Bahan baku jenis ini bisa diperoleh dengan mudah dan bukan sebagai tanaman langka. Selain itu, mudah dibudidayakan serta pertumbuhannya cepat" katanya. Mengenai produk kerajinan dari bahan serat pandan, ia mengatakan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki potensi produk semacam itu khususnya di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Produk kerajinan berbahan baku daun pandan ini memiliki prospek baik untuk ekspor ke berbagai negara.

Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan perajin serat di Kabupaten Kulonprogo berupaya mengembangkan tanaman pandan di kawasan Pantai Congot, kabupaten setempat.

"Sejak 2008 kami bekerja sama dengan petani setempat untuk mengembangkan tanaman pandan di pantai itu, dimulai dengan menanam bibit pandan sebanyak 5.000 batang. Kami berharap dalam waktu dua tahun mendatang tanaman pandan sudah bisa dipanen," katanya. Menurut dia, sejak beberapa tahun lalu pihaknya memberikan pendampingan kepada kelompok perajin dalam menanam berbagai jenis tanaman pohon untuk bahan baku pembuatan kerajinan kayu.

Penanaman pohon oleh kelompok perajin dimaksudkan untuk membantu menjaga ketersediaan bahan baku dan kelestarian lingkungan sekitar. "Kesadaran kalangan perajin dinilai sudah cukup tinggi untuk menanam pohon yang memiliki nilai sebagai bahan baku untuk membuat barang kerajinan, misalnya jati, sonokeling, dan mahoni," katanya. (Ant/OL-7)

sumber : www.mediaindonesia.com

0 komentar:

Poskan Komentar