Selasa, 10 Agustus 2010

Ecodesign: Asri di Tengah Polusi (2)

Foto: Dokumen Parameter Architecture

Bukaan Seimbang

Syarat lain yang perlu diperhatikan dalam merencanakan hunian ecodesign , rencanakan bukaan seperti jendela, pintu, ventilasi juga skylight dengan komposisi seimbang. Jangan memberikan terlalu banyak atau sedikit bukaan. Bukaan yang terlalu banyak akan membuat penghuni merasa tak nyaman karena silau dan panas.
Begitu pula penggunaan terlalu banyak kaca yang tidak terlindung, di siang hari akan menghantarkan panas dalam ruangan. Apalagi di negara tropis di Indonesia, kaca yang terlalu mendominasi dinding luar akan memberi efek seperti rumah kaca. Pada akhirnya, orang akan menggunakan AC (air conditioner ) juga dan ini sudah tentu tidak ramah lingkungan karena meningkatkan risiko kebocoran ozon dan boros energi listrik.

Hemat Listrik

Rumah ecodesign terkadang sulit untuk diwujudkan secara utuh. Namun semakin besar penghematan energi yang dimiliki akan memberi nilai eco-living yang semakin besar karena tidak merusak alam. Beberapa rumah dengan konsep ecodesign telah menggunakan teknologi penghemat energi seperti sensor lampu, air, AC, listrik yang memungkinkan listrik terputus otomatis bila penghuni pergi atau sedang tidak digunakan.

Selain itu, pemanfaatan energi listrik yang tidak berasal dari sumber daya alam, contoh memanfaatkan energi sel surya (solar cell ) atau gas bumi, dapat mengurangi perusakan alam akibat polusi dan eksplorasi. Dan, kini sudah banyak penemuan yang hemat energi seperti lampu taman atau pemanas air yang menggunakan sel surya.

Hemat Air

Rumah ecodesign sebaiknya membuat pula sistem pengelolaan air yang tidak terlalu membuang air yang masih bisa dimanfaatkan. Pengelolaan air yang efisien ini tentu berdampak langsung terhadap lingkungan. Bila beberapa orang mengatakan adanya sumur resapan, water treatment , wastafel sensor, bio septic tank dan dual flush closet merupakan ciri dari rumah ecodesign , memang tidak salah.
Lima elemen ini memang merupakan unsur yang dapat digunakan dalam pengembangan pronsip eco-living bagian air. Namun yang utama adalah mengubah dari pola hidup penghuninya, salah satunya menanamkan prinsip menghemat penggunaan air. Dan, bila Anda merasa yang rumah sekarang tidak memenuhi konsep ecodesign , mulailah eco-living dengan menjalani gerakan cinta lingkungan.

Foto: Dokumen Parameter Architecture

Agar Tak Tertipu Iklan Eco-Living

Sebenarnya rumah ecodesign memiliki dua kunci pokok yang harus dipenuhinya. Pertama, secara teknis rumah berkonsep sehat secara kaidah hunian ideal. Kedua, rumah menunjang pola hidup ramah lingkungan para penghuninya. Namun tak semua pengembang memenuhi syarat tersebut. Agar tak salah memilih rumah eco-living, berikut tips dari Ir. Nirwono Joga, MLA.

1Pilih pengembang yang kredibel saat akan membeli rumah. Pengembang kredibel tidak akan sembarang menyantumkan eco-living karena menyangkut reputasi.

2Tinjau bangunan hingga ke lokasi. Bisa jadi rumah yang terealisasi tidak seperti gambar brosur.

3Perhatikan komposisi ruang hijau dan bukaan, serta pemenuhan konsep hemat energi. Bila perlu, pastikan sistem pengolahan buangan air maupun sampah.

4Perhatikan material bangunan, pastikan mereka menggunakan material ramah lingkungan. Namun tak semua material ramah lingkungan harus dari luar negeri, lebih baik mengambil produk lokal bila mengingat proses pengiriman bisa menyumbang polusi.

0 komentar:

Poskan Komentar