Rabu, 04 Agustus 2010

Sentra Kerajinan Perhiasan, Latih 750 Pengrajin

Ingin menciptakan lapangan kerja bagi buruh pengrajin lepas, menjadi tujuan utama didirikannya Padepokan Mutumanikam Nusantara Indonesia (MMNI). Kemarin, padepokan di Desa Cibatutiga, Kampung Cisero, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor itu, resmi dibuka.
Laporan: Rico Afrido Simanjuntak
Pembentukan padepokan Mutumanikam Nusantara Indonesia (MMNI) diprakarsai oleh Ibu Ani Yudhoyono sejak 3,5 tahun lalu, tepatnya pada Desember 2006. MMNI yang beranggotakan
para istri pejabat yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) itu, adalah organisasi nirlaba yang merupakan perkumpulan para pencinta dan pengrajin perhiasan.
Buruh pengrajin lepas yang tidak bekerja pada perusahaan itulah yang jadi sasaran MMNI, untuk diberdayakan melalui pengembangan industri mutu manikam Indonesia. Sekaligus membantu program pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan.
Sejak dibentuk, MMNI telah melatih lebih kurang 750 pengrajin dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, dengan instruktur dari dalam dan luar negeri.
Pada program pelatihan pertama, MMNI mengundang instruktur dari Belgia, Patrick Descamps, membuat mahkota, kalung dan cincin Ratu Belgia. MMNI telah menyelenggarakan empat kali pameran tahunan dengan pengunjung 10.000 hingga 13.000 orang. Selain itu, MMNI juga aktif mengikuti pameran internasional di kota-kota besar dunia antara lain Tokyo, London, Paris, Brussels, Italia, Swiss, New York, Los Angeles, Washington 59, Toronto, Dubai, Hongkong, Kuala Lumpur, Almaty, Madrid dan Beijing.
Padepokan MMNI memiliki bengkel kerja yang berada di Desa Cibatutiga, Kampung Cisero, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, seluas 1,4 hektare. Dilengkapi dengan fasilitas asrama, galeri dan kafe.
Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, terpilihnya Desa Cibatutiga sebagai lokasi pembinaan bengkel kerja, adalah untuk pengembangan kerajinan di bidang perhiasan dan barang dekorasi rumah.
Selain itu, potensi dan keindahan alam yang dimiliki Desa Cibatutiga, cocok sebagai kawasan tujuan wisata. Terlebih, lokasinya relatif dekat dengan Ibukota Negara. “Kondisi yang potensial itu, menjadikan Desa Cibatutiga menjadi daerah kunjungan wisata baru di Jawa Barat,” ujar gubenur, pada acara peresmian pendopo MMNI, Kamis (22/7).
Sementara itu, Ketua Pengawas Padepokan MNI Prihadi Santoso mengatakan, dana pembentukan Padepokan MMNI di Desa Cibatutiga, berasal dari pameran-pameran dan para mitra kerja terkait.
“Desa Cibatutiga ini boleh dikatakan masih serambi dari rumah Bapak dan Ibu di Cikeas,” ujar Prihadi. (*)

0 komentar:

Poskan Komentar