Selasa, 10 Agustus 2010

Inovasi Melukis Tanpa Batas

Apresiasi lukisan bisa menggunakan media apa saja. Di era sekarang ini, kreativitas dari diri seniman pun mulai bermunculan dengan menghadirkan inovasi-inovasi yang tanpa batas.
Demikian dilontarkan pengamat seni lukis Cak Kandar, saat dimintai komentarnya, Jumat (9/4) malam. “Bandingkan 10-20 tahun lalu silam, kalau yang namanya melukis ya medianya kanvas yang dibingkai. Apapun aplikasinya, yang penting kalau melukis ya batasannya seperti itu,” ujar mantan pelukis bulu ayam ini, Jumat (9/4).
Namun, saat ini medianya sudah sangat bervariasi. “Seniman mengapresiasi dirinya lewat lukisan bisa menggunakan media apa saja. Uniknya, para penikmatnya selalu ada. Ini yang namanya kreatif dan inovatif,” imbuh pria 63 tahun ini.
Tema-tema yang disuguhkan pun semakin beragam dan bahkan menyiratkan muatan-muatan tertentu. Sekarang ini hampir tidak ada batasan aliran dalam seni rupa.
“Kalau dulu masih jelas bagaimana aliran realisme, ekspresionisme, surrealisme, maka sekarang batasan itu sudah tidak ada. Semua aliran digabung jadi satu dan melahirkan aliran-aliran baru yang kontemporer,” jelas pelukis asli Surabaya ini.
Kecenderungan tren yang mulai berkembang, melukis tidak hanya dari bahan kanvas berbingkai, tapi juga bisa di batu, kaca, pakaian, hingga kertas bambu jepang.
“Apapun bentuk dan media lukisannya, selama itu mengandung unsur estetika, artistik dan filosofis tentu akan selalu diminati,” ujar Cak Kandar.
Ke depan, media yang dipakaipun akan terus dikembangkan. “Seni lukis sudah menjadi seni rupa. Kalau dulu seni lukis adalah cabang dari seni rupa, maka sekarang seni lukis menjadi seni rupa. Gagasan-gagasan seni lukis itu lahir dalam bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi,” pungkasnya. ame

0 komentar:

Poskan Komentar