Rabu, 04 Agustus 2010

Produk Tradisional, Outlet Modern


AKSES
Saat ini, makin sulit ditemui pedagang mainan tradisional menjajakan barangnya keliling kampung. Atas dasar itu, Giant Hypermarket mencoba mewadahi para produsen mainan tradisional untuk memajang produknya.

Department Head in Store Promo Giant Maspion Square Indriana mengatakan, pihaknya melakukan terobosan itu sejak akhir 2009. Digelarnya produk mainan tradisional itu didasari munculnya sejumlah permintaan sebagian pengunjung, agar Giant melengkapi gerainya dengan barang-barang langka tersebut.

“Sebetulnya, tanpa permintaan pun kita memang merencanakan melibatkan UKM-UKM dengan membantu memasarkan produknya, termasuk mainan tradisional yang saat ini kurang dilirik anak-anak,” kata Dina, panggilan akrab Indriana.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan membanjirnya produk mainan impor membuat mainan tradisional kian tersisih. Hal itu yang membuatnya terpanggil untuk mengenalkan dan melestarikan mainan asli Indonesia kepada pengunjungnya yang notabene segmen keluarga.

Menggandeng Cemal-Cemil, salah satu supplier makanan ringan tempo dulu dan mainan tradisional, niat itu pun terealisasi. “Awalnya kita memajang beberapa item barang mainan maupun makanan ringan atau permen tempo dulu. Ternyata animo konsumen luar biasa,” ungkap Dina.

Barang-barang yang dulu kerap dijumpai, seperti gangsing, bola bekel, dakon, miniatur gamelan, kereta dorong dari kayu, atau beberapa jenis permen tempo dulu seperti permen bola, permen asem, permen jahe, ternyata cukup banyak peminatnya. Terbukti, hanya dalam satu bulan omzet penjualan produknya rata-rata mencapai Rp 11-12 juta.

Wajar saja jika barangnya laris manis. Selain harganya relatif terjangkau, produk tersebut juga hanya bisa dijumpai di gerai Giant Maspion Square, dan tentunya standar kualitasnya terjamin. “Harganya cukup murah. Terompetan bambu bersuara burung ini misalnya, Rp 3.000 per biji. Demikian juga permen tempo dulu harganya mulai Rp 3.000 per bungkus,” tandas Dina.

Kenyataan itu membuatnya kian semangat untuk menambah item produk. Jika semula sekitar 30 item, saat ini jumlahnya mencapai 90 item. Jenisnya ditambah tak hanya mainan atau camilan tempo dulu, tapi juga perkakas tempo dulu, seperti cangkir dan teko berbahan seng. dio

0 komentar:

Poskan Komentar